Belakangan ini, jujur saja perhatian kami sempat teralih ke serunya maraton dracin yang lagi berseliweran di mana-mana. Mumpung ada niat, kami coba membawa Chronicles of the Lazy Sovereign yang ceritanya sedikit gila tapi membuat tawa yang tak disangka-sangka.
Buat yang lagi jenuh sama kisah persilatan era murim—yang biasanya dipenuhi intrik perebutan kekuasaan, dendam kesumat, atau karakter utama yang harus kerja kerja kerja sampai nyaris burnout—komik ini bener-bener jadi oase. Dari judulnya saja sudah ketebak ke mana arahnya: malas. Tapi justru kemalasan sang karakter utama ini dikemas dengan cara yang amat sangat menggemaskan dan kocak.
Komik tipe manhwa yang dibuat Kim Kkulpal ini memiliki karakter utama yang bernama Wi Yeonho. Ciri khususnya adalah suka tidur, baginya tidur adalah kesenangan tersendiri. Sifatnya ini sudah dibawa sejak kecil hingga akhirnya ia menjadi seorang yang dihormati saat beranjak dewasa.
Alur cerita yang ditawarkan awal-awal sebenarnya adalah flashback. Kehebatan Wi Yeonho yang diakui banyak orang rupanya diceritakan berkebalikan dengan sifatnya tersebut, selain malas ia juga jadi orang yang paling tidak disukai karena apa yang dilakukan pasti merugikan.
Lalu, kita juga diajak mengenal karakternya sejak kecil dan bagaimana ia mendapatkan kemampuan yang sebenarnya. Kakaknya yang dianggap paling berpengaruh di generasi muda juga tak menyangka adiknya akan sehebat itu.
Saat masih kecil dan sedang melakukan perjalanan, Wi Yeonho mendadak hilang. Setelah bertahun-tahun, akhirnya ia kembali dengan kemampuan yang luar biasa. Hanya saja sifat malas Wi Yeonho yang tidak ingin ribet, membuat bela dirinya tidak ingin dikeluarkan sehingga orang-orang tidak akan menyadari bagaimana kekuatan besarnya.
Namun saat kepepet dan tidak ada pilihan lain, baru dia menunjukkan kemampuannya yang bahkan sampai seorang tetua menyerah kepadanya. Kemampuan yang diperoleh ternyata didapat dari saat ia menghilang yang di mana ia diajarin oleh sosok orang hebat yang sekarang hanya jadi roh saja.
Tak ingin tampil, tapi terus terseret masalah. Setelah beberapa tahun hidup di gua, akhirnya Wi Yeonho keluar dan berkelana. Dalam perjalanannya, ia terus hidup apa adanya. Hanya saja masalah terus mengikutinya yang sebenarnya ia tidak ingin terlibat.
Karena situasi terus memaksanya, akhirnya namanya mulai dikenal banyak kalangan bela diri dan disukai banyak orang. Sampai-sampai keluarganya kembali mendengar namanya yang sudah dianggap hilang atau meninggal setelah bertahun-tahun tidak kunjung ditemuin.
Wi Yeonho sangat hebat dan tidak masuk akal, namun tetap saja sebagai anak, ia takut sama ibunya. Petualangannya bahkan kini bersama keluarganya ketika ada kompetisi bela diri di klan besar.
Selain keluarganya yang bersamanya, ada juga orang-orang yang tanpa sadar mengikutinya sehingga jadi rombongan besar saat perjalanan.
Hingga tulisan ini terbit, Chronicles of the Lazy Sovereign sudah merilis halamannya di angka 62. Biasanya rilis di hari Minggu atau sebelumnya.
Kami masih terus mengikuti kegilaan apa yang dilakukan Wi Yeonho ini. Tingkah polah karakternya pas ngadepin situasi rumit dengan santai justru mengundang senyum sendiri.
Selain itu, gaya gambarnya mendukung banget nuansa komedinya, bikin bab demi bab terasa cepat berlalu saking serunya dinikmati sambil santai sore.
Artikel terkait:
- ❄️ Ice Lord: Dari Tragedi Dunia Murim ke Petualangan Isekai yang Humanis
- Review Komik Heavenly Grand Archive’s Young Master: Pemimpin Murim Body Swap ke Tubuh Pecundang?
- The World’s Best Kunlun Tavern: Perpaduan Unik Murim dan Kuliner yang Bikin Ketagihan
- Ketika Era Murim Dikenalkan Sepeda dari Era Modern, Apa yang terjadi?
- Lainnya

Komentar
Posting Komentar